Pernyataan selera risiko (Risk Appetite Statement) ini menentukan batasan seberapa besar dan jenis risiko apa saja yang bersedia diterima oleh BPR Sukabumi dalam mencapai sasaran strategis teknologi informasinya.
BPR Sukabumi memiliki toleransi nol (zero tolerance) terhadap insiden kebocoran data nasabah, serangan siber (ransomware/malware), fraud TI internal, atau lemahnya kontrol akses.
Selera risiko rendah terhadap gangguan layanan pendukung operasional. Kami berupaya mempertahankan uptime Core Banking System (CBS) pada minimal 99.5%.
Kami memiliki selera risiko sedang dalam adopsi teknologi pendukung perbankan baru (seperti integrasi QRIS, Virtual Account, atau Mobile Banking CaaS) dengan kajian risiko matang.
Toleransi nol terhadap pelanggaran regulasi terkait Penyelenggaraan TI oleh BPR, termaksuk sanksi akibat keterlambatan pelaporan wajib (OBOX/APOLO).
| Kategori Risiko | Tujuan Manajemen Risiko | Key Risk Indicator (KRI) | Batas Toleransi | Status Saat Ini |
|---|---|---|---|---|
| Keamanan Siber & Perlindungan Data | Mencegah akses ilegal, serangan siber (ransomware), fraud TI, dan kebocoran data nasabah. |
|
0 Insiden | Aman (0) |
| Ketersediaan Sistem & Core Banking | Memastikan sistem operasional utama (CBS) dapat diakses tanpa gangguan pelayanan kas/nasabah. |
|
≥ 99.5% Maks 2 Jam/Bulan |
99.9% |
| Keandalan Jaringan Kantor Cabang/Kas | Menjaga stabilitas infrastruktur jaringan koneksi antar cabang dan kantor pusat/DC. |
|
Maks 1 Kali EOD Telat ≥ 99.0% Uptime |
0 Kali |
| Pengembangan Layanan Digitalisasi | Memastikan inisiatif digital (QRIS, VA) berjalan lancar sesuai rencana bisnis BPR. |
|
≤ 10% Varian Maks 2 Bugs |
5% Over |
| Pemenuhan Kepatuhan (OJK & BI) | Mematuhi aturan POJK PTI BPR dan menghindari teguran tertulis atau denda finansial. |
|
0 Temuan High 0 Keterlambatan |
0 Temuan |
| Tata Kelola & Pihak Ketiga (Outsourcing) | Meminimalisasi risiko gangguan yang bersumber dari vendor (Penyedia CBS, Data Center, ISP). |
|
≤ 2 Pelanggaran/Thn 0 Gagal Uji DRC |
0 Pelanggaran |